MENUJU JAWA TENGAH BEBAS SAMPAH 2025

0
203

Semarang, 11 Agustus 2017) Dalam rangka meningkatkan pengelolaan sampah menuju Jawa Tengah bebas sampah diperlukan keterlibatan berbagai pihak. Dengan diinisiasi oleh DLHK Provinsi Jawa Tengah maka pada tahun 2017 program pengurangan sampah mulai digalakkan dengan pelibatan para pihak, yaitu Unsur Pemerintah Daerah (DLHK Prov. Jawa Tengah, DLH Kota Semarang dan Kabupaten Semarang), Dunia Pendidikan (Sekolah), Kelompok Masyarakat, Dunia Usaha (Perusahaan).

Target penetapan dunia pendidikan sebagai obyek sangat penting yaitu mewjudkan Jawa Tengah bebas sampah dikarenakan sekolah merupakan tempat yang tepat untuk pembentukan karakter/pribadi siswa termasuk karakter cinta lingkungan sejak usia dini. Pelibatan siswa sangat diperlukan dari hal yang paling sederhana salah satunya membantu pengelolaan sampah dengan cara memilah.

Pemilahan sampah merupakan hal kebiasaan yang harus dimulai pada kesadaran diri sendiri dan dibutuhkan waktu yang tidak singkat dan hasil pemilahan sampah akan menentukan pengelolaan lanjutannya.

Perilaku siswa dalam mengelola sampah secara tepat diharapkan dapat menularkan di lingkungan sekitarnya sehingga terjadi perubahan perilaku diseluruh elemen masyarakat.

Pengelolaan smpah merupakan tugas bersama sehingga pelibatan peran serta masyarakat dan pihak swasta sangat diperlukan. Masyarakat dalam hal ini adalah pengelola bank sampah akan membantu pengelolaan lanjutan terhadap sampah hasil pemilahan yang dilakukan oleh siswa.

Pihak swasta merupakan dunia usaha yang memiliki kewajiban untuk melakukan pengelolaan sampah sebagaimana diamanatkan pada Perda Jateng no 3 Tahun 2014. Melalui kegiatan bina lingkungan pada program CSR, maka perusahaan dapat memfasilitasi siswa-siswi dengan prasarana dan sarana yang dibutuhkan.

Atas dasar tersebut di atas, pada awal tahun 2017 DLHK Provinsi Jawa Tengah selaku pembina dalam pengelolaan sampah membuat percontohan/prototype pengelolaan sampah regional dengan melibatkan 22 sekolah dan 21 dunia usaha yang berada di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Saat ini sudah ada 10 perusahaan yang telah siap memfasilitasi 11 sekolah yang saat ini dalam proses penyiapan prasarana dan sarana pengelolaan sampah diantaranya trash bag, jumbo bag, komposter, rompi pejuang lingkungan, alat timbang, buku tabungan.

Berikut daftar perusahaan yang telah fasilitasi prasarana dan sarana pengelolaan sampah ke sekolah-sekolah :

1. PT. Purinusa Ekapersada
Pada tanggal 28 Juli 2017 untuk pertama kalinya telah dilakukan serah terima bantuan prasarana dan sarana sampah oleh PT. Purinusa Ekapersada Kabupaten Semarang kepada SD Kasinisus Genuk, Ungaran, Kabupaten Semarang dengan disaksikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Bank Sampah Lestari. Antusias para siswa dalam menyambut program pengelolaan sampah perlu diapreasi dan siap menjadi pejuang lingkungan.
Jenis fasilitas yang diserahkan berupa : berupa 220 unit trash bag, 24 unit jumbo bag, 5 unit rompi seragam, 14 unit buku tabungan, 5 unit bak komposter, 3 unit EM4 dan 1 unit timbangan

2. PT. Pertamina Operation Region IV DPPU Ahmad Yani Semarang
Pada tanggal 4 Agustus 2017 telah dilakukan serah terima bantuan prasarana dan sarana sampah oleh PT. Pertamina Operation Region IV DPPU Ahmad Yani Semarang kepada SD N 3 Pudak Payung Kota Semarang dengan disaksikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Bank Sampah Lestari.
Jenis fasilitas yang diserahkan berupa : berupa 265 unit trash bag, 30 unit jumbo bag, 5 unit rompi seragam, 10 unit buku tabungan, 5 unit bak komposter, 3 unit EM4 dan 1 unit timbangan

3. PT. Prima Cahaya Indobeverages
Pada tanggal 9 Agustus 2017 telah dilakukan serah terima bantuan prasarana dan sarana sampah oleh PT. Prima Cahaya Indobeverages Kabupaten Semarang kepada SD N 1 Beji Ungaran, Kabupaten Semarang dengan disaksikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, UPT Persampahan Kecamatan Ungaran Timur, dan Bank Sampah Lestari.
Jenis fasilitas yang diserahkan berupa : berupa 200 unit trash bag, 20 unit jumbo bag, 5 unit rompi seragam, 5 unit buku tabungan, 5 unit bak komposter, 3 unit EM4 dan 1 unit timbangan

Ayo SIAPA lagi sekolah dan dunia usaha lainnya yang siap menyusul? Kami tunggu ya……